JATIM - BPBD Kabupaten Jember menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara Umum dalam ajang Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana (Logpal) se-Jawa Timur Tahun 2026 yang digelar di Pantai Pancer Door, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada 20-23 Juli 2026.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember berhasil menjadi juara pertama pada kategori Manajemen Pergudangan dan juara kedua pada kategori Resilient Marathon, sehingga mengumpulkan nilai tertinggi dari 35 BPBD kabupaten/kota se-Jawa Timur yang mengikuti kompetisi tersebut.
Kompetisi yang diselenggarakan BPBD Provinsi Jawa Timur itu menguji kemampuan personel dalam berbagai aspek penanggulangan bencana, mulai dari pengelolaan logistik, pendirian posko darurat, penyelamatan korban di perairan (Water Rescue), hingga pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna).
Selain itu, peserta juga mengikuti lomba Pusdalops dan cerdas cermat kebencanaan.
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel TRC BPBD Jember yang selama dua bulan menjalani latihan intensif, sebelum mengikuti perlombaan.
"Alhamdulillah, tadi malam BPBD Kabupaten Jember mendapatkan apresiasi atas prestasi yang telah kami raih. Kami berhasil menjuarai dua nomor bergengsi sehingga memperoleh nilai tertinggi dan ditetapkan sebagai Juara Umum. Kami juga berhak membawa pulang trofi bergilir Pemerintah Provinsi Jawa Timur," kata Edy saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Jumat (24/6/2026).
Menurutnya, pada kategori Manajemen Pergudangan, tim dinilai berdasarkan kemampuan mengelola logistik kebencanaan secara menyeluruh, mulai dari penerimaan bantuan, proses pencatatan, hingga pendistribusian kepada masyarakat terdampak.
"Bagaimana logistik datang, kemudian diregister, ditata, hingga didistribusikan kepada masyarakat secara tepat. Semua proses itu harus berjalan baik sehingga bantuan benar-benar bermanfaat bagi warga yang membutuhkan," ujarnya.
Sementara pada kategori Resilient Marathon, kata Edy, TRC BPBD Jember harus menyelesaikan tiga tantangan utama, yakni pendirian tenda posko secara cepat dan tepat, simulasi Water Rescue untuk penyelamatan korban tenggelam, serta penyusunan Jitupasna sebagai dasar rekomendasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
"Di Water Rescue kami diminta melakukan tindakan penyelamatan korban tenggelam di muara. Sedangkan pada Jitupasna, tim harus menghitung kebutuhan pascabencana sebagai dasar rekomendasi penanganan pada masa transisi darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi," jelasnya.
Edy menegaskan, prestasi tersebut bukan hanya milik BPBD maupun TRC, melainkan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Jember.
"Ini bukan kemenangan kami semata. Ini adalah kemenangan masyarakat Kabupaten Jember yang selama ini ikut peduli terhadap aksi kemanusiaan bersama BPBD dan para relawan. Tanpa dukungan mereka, capaian ini tentu tidak akan terwujud," ungkapnya.
Ia mengatakan keberhasilan tersebut juga sejalan dengan arahan Bupati Jember agar seluruh jajaran BPBD selalu mengedepankan kecepatan dalam merespons setiap kejadian bencana.
"Gus Bupati selalu berpesan kepada kami agar bereaksi cepat dan tanggap terhadap segala bentuk bencana. Prinsip yang terus kami pegang adalah deteksi dini, lapor cepat, dan penanganan cepat. Karena apa pun bentuknya, kemanusiaan adalah di atas segalanya," tegas Edy.
Lebih lanjut, Mantan Kepala Dispora Jember ini menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jember yang terus memberikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas BPBD, termasuk penyediaan sarana dan prasarana penanggulangan bencana.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Gus Bupati Jember yang selama ini memberikan arahan, bimbingan, serta memfasilitasi kebutuhan BPBD sehingga kami dapat berbuat lebih banyak dalam penyelamatan korban bencana," katanya.
Apresiasi juga disampaikan kepada 54 komunitas relawan yang selama ini aktif bersinergi bersama BPBD dalam berbagai penanganan bencana di Kabupaten Jember.
"Terima kasih kepada seluruh relawan yang telah berkolaborasi dengan BPBD dan seluruh stakeholder. Mereka menjadi bagian penting dalam setiap upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Jember," ujarnya.
Secara khusus, Edy juga memberikan penghargaan kepada personel inti TRC BPBD Jember yang dinilai telah menunjukkan dedikasi tinggi selama masa persiapan hingga pelaksanaan perlombaan.
"Selama kurang lebih dua bulan mereka berlatih secara intensif. Semangat, disiplin, dan kerja keras itulah yang akhirnya menghasilkan prestasi terbaik hari ini. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel TRC BPBD Jember," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: