Disperinaker Probolinggo Tingkatkan Kompetensi SDM, 120 Alumni Pelatihan Kerja Berhasil Bekerja dan Berwirausaha
JATIM – Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) guna meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran.
Sepanjang Tahun Anggaran 2026, berbagai program pelatihan kerja, pengembangan wirausaha, hingga fasilitasi penempatan tenaga kerja berhasil memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ratusan peserta telah memperoleh keterampilan baru, bahkan sebagian besar di antaranya berhasil bekerja maupun membuka usaha mandiri.
Disperinaker Gelar 10 Paket Pelatihan Kerja
Kepala Disperinaker Kota Probolinggo, Retno Wandansari, mengatakan hingga pertengahan 2026 pihaknya telah menyelenggarakan 10 paket pelatihan kerja yang diikuti oleh 160 peserta.
Program tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sekaligus memperhatikan peluang usaha yang berkembang di masyarakat.
Beberapa bidang pelatihan yang telah dilaksanakan meliputi:
Barbershop.
Fotografi.
Pengolahan makanan dan minuman.
Membatik.
Operator menjahit.
Barista.
Tata rias salon.
Tata rias pengantin.
Pelatihan tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan kerja, tetapi juga membekali peserta agar mampu menciptakan usaha mandiri sesuai bidang keahlian masing-masing.
120 Alumni Berhasil Bekerja dan Membuka Usaha
Program pelatihan yang dijalankan Disperinaker menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Dari 160 peserta yang mengikuti pelatihan, 120 alumni berhasil memperoleh pekerjaan atau menjalankan usaha sendiri.
Rinciannya meliputi:
85 orang memilih berwirausaha di sektor informal.
35 orang bekerja di perusahaan maupun sektor industri formal.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa pelatihan berbasis kebutuhan pasar mampu meningkatkan peluang kerja sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru di Kota Probolinggo.
Pelaku Usaha Baru Berpeluang Mendapat Bantuan Peralatan
Sebagai bentuk pendampingan lanjutan, peserta pelatihan yang telah memiliki rintisan usaha namun masih terkendala modal maupun sarana produksi dapat mengajukan Proposal Bantuan Alat Usaha Mandiri Sektor Informal (UMSI).
Bantuan diberikan sesuai bidang pelatihan yang telah diikuti sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Selain bantuan peralatan, calon penerima juga memperoleh pembekalan kewirausahaan agar mampu mengelola bisnis yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Disiapkan 14 Paket Pelatihan Baru hingga November 2026
Komitmen Pemkot Probolinggo dalam meningkatkan kualitas SDM masih terus berlanjut.
Pada periode Juli hingga November 2026, Disperinaker kembali menyiapkan 14 paket pelatihan kerja dengan berbagai bidang keahlian yang dibutuhkan dunia kerja maupun peluang usaha.
Program pelatihan yang akan dilaksanakan meliputi:
Empat paket pembuatan kandang puyuh.
Barista.
Tata rias pengantin.
Pengolahan makanan dan minuman.
Fotografi.
Pemanfaatan limbah kain perca.
Operator menjahit.
Las listrik.
Teknisi pendingin.
Laundry.
Melalui pelatihan tersebut, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat usia produktif memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri.
Job Fair Inklusi Perluas Kesempatan Kerja
Selain meningkatkan kompetensi tenaga kerja, Disperinaker juga terus memperluas akses penempatan kerja melalui Job Fair Inklusi.
Selama tahun 2026, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung sebanyak tiga kali, yaitu pada April, Juli, dan September.
Pelaksanaan Job Fair Inklusi pertama pada 15 April 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Sebanyak 800 pencari kerja mengikuti kegiatan tersebut dengan tersedia 666 lowongan pekerjaan yang dibuka oleh 30 perusahaan.
Dari proses rekrutmen tersebut, 103 pencari kerja berhasil diterima bekerja di 11 perusahaan, terdiri atas:
101 tenaga kerja umum.
2 tenaga kerja penyandang disabilitas.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam membuka kesempatan kerja yang lebih luas dan inklusif bagi seluruh masyarakat.
Komitmen Bangun SDM Unggul dan Kurangi Pengangguran
Melalui pelatihan kerja, dukungan bagi pelaku usaha baru, serta penyelenggaraan Job Fair Inklusi, Pemerintah Kota Probolinggo terus berupaya menciptakan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan mampu bersaing di dunia kerja.
Program-program tersebut diharapkan tidak hanya menekan angka pengangguran, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu menggerakkan perekonomian daerah.
Dengan peningkatan kualitas SDM yang berkelanjutan, Kota Probolinggo optimistis dapat menciptakan lebih banyak peluang kerja, memperkuat sektor usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber