Rabu, 03 JUNI 2026 • 09:08 WIB

7 Mahasiswa Thailand Belajar SDGs dan Ekonomi Sirkular di Desa Suci Jember, Desa Bekas Banjir Bandang 2006

Author

Tujuh Mahasiswa Belajar SDGs di Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember.

JATIM – Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang pernah menjadi lokasi terdampak banjir bandang besar pada 2006 lalu. Kini menjadi contoh penerapan pembangunan berkelanjutan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). 

Transformasi desa tersebut menarik perhatian mahasiswa internasional. Diketahui sebanyak tujuh mahasiswa asal Thailand mengikuti kegiatan mobility student program dan belajar langsung tentang implementasi SDGs, ekonomi sirkular, serta pemberdayaan masyarakat di desa tersebut, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Desa Suci dan Fakultas Pertanian Universitas Jember (Faperta UNEJ), yang menjadikan desa tersebut sebagai Living Lab atau laboratorium hidup untuk kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. 

Melalui program tersebut, para mahasiswa dari Mahasarakham University, Thailand, diajak melihat secara langsung bagaimana sebuah desa yang pernah diterpa bencana mampu bangkit melalui pembangunan yang berkelanjutan.

Sekretaris Desa Suci, Ahmad Rikhwan, menjelaskan bahwa pengalaman menghadapi banjir bandang pada 2006 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk membangun ketahanan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. 

Salah satu fokus yang dikembangkan adalah pemanfaatan limbah pertanian dan sampah rumah tangga yang memiliki nilai ekonomi.

“Ini penting selain untuk pelestarian ekosistem pasca-bencana juga bermanfaat bagi pembangunan ekonomi masyarakat pedesaan secara berkelanjutan,” ujar Rikhwan saat dikonfirmasi di kantornya Balai Desa Suci.

Program-program tersebut kemudian dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang mendorong terciptanya ekonomi sirkular, yakni sistem ekonomi yang memanfaatkan kembali limbah agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. 

Konsep ini, kata Rikhwan, sejalan dengan tujuan SDGs yang mendorong pengurangan kemiskinan, pengurangan kesenjangan, dan perlindungan lingkungan.

Sementara itu, menurut Ketua Program Studi Penyuluhan Pertanian Faperta UNEJ, Lenny Wijayanthi, para mahasiswa Thailand sengaja diajak ke Desa Suci, untuk memperoleh pengalaman lapangan yang tidak hanya didapatkan di ruang kelas.

Selain menerima materi mengenai komunikasi bisnis dan pemasaran usaha perdesaan, kata Lenny, mereka juga berdialog langsung dengan aparatur desa dan masyarakat yang menjalankan program pembangunan berbasis SDGs.

“Mahasiswa dari Thailand kami ajak ke Desa Suci agar mereka dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah desa dapat bangkit dari bencana dengan menerapkan program pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.

Dari kegiatan yang dilakukan di desa setempat. Setibanya di Balai Desa Suci, rombongan mahasiswa disambut langsung oleh Kepala Desa Suci, Akhmad Suyuthi. 

Ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi para mahasiswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di negara asal mereka.

“Anda dapat belajar dari desa kami dan kami sangat berterima kasih atas kunjungannya,” ujar Suyuthi.

Dalam kegiatan lapangan, para mahasiswa mengunjungi sejumlah kelompok masyarakat yang menjadi bagian dari program pemberdayaan desa. Mereka melihat proses produksi keripik talas yang dijalankan pelaku UMKM setempat, mempelajari pengelolaan sampah di Bank Sampah Larahan Makmur, serta mengamati pengolahan pupuk organik berbahan limbah pertanian yang dilakukan Kelompok Tani Harapan.

Kelompok-kelompok tersebut diketahui mendapatkan pendampingan melalui Program Desa Binaan (PDB) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi selama periode 2025-2026. 

Program itu mendorong masyarakat mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi, mulai dari pot tanaman berbahan popok bekas hingga mebel dari limbah plastik.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim PDB Desa Suci, Ihsannudin, menjelaskan seluruh program diarahkan untuk memperkuat implementasi ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. 

Sementara di sektor pertanian, petani didorong memanfaatkan limbah pertanian untuk pemulihan dan peningkatan kualitas lahan.

“Semua program diarahkan bagaimana nantinya kelompok masyarakat mampu mengimplementasikan ekonomi sirkular sebagaimana digaungkan dalam SDGs,” jelasnya.

Terkait yang dilakukan para mahasiswa asal negara yang akrab disebut Negeri Gajah Putih itu.

Salah satu peserta mahasiswa asal Thailand, Sarawut Seankham mengatakan, ia dan teman-temannya mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut. 

Menurut pemuda mahasiswa program doktoral Teknik Mesin Mahasarakham University itu, selain mempelajari praktik pertanian masyarakat pegunungan, ia juga memperoleh wawasan mengenai strategi komunikasi dan cara menarik minat investor dalam pengembangan usaha masyarakat.

“Terlebih pada sesi presentasi dan pelatihan juga diberikan tips dan trik untuk meyakinkan investor sebagai hal yang selama ini saya cari,” tuturnya.

Seankham menambahkan, total terdapat tujuh mahasiswa asal Thailand yang mengikuti kegiatan tersebut. 

Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari Biomedical and Food Engineering, Teknologi Pangan dan Gizi, hingga Teknik Mesin. 

"Kami di sini, selain mempelajari pembangunan desa dan pertanian berkelanjutan, juga menjalankan misi mobility student program untuk memperdalam kemampuan berbahasa Indonesia. Serta mengenal budaya masyarakat lokal selama berada di Jember," ungkapnya.

Adapun tujuh mahasiswa yang mengikuti program tersebut yakni Warissara Sawangprueg, Taradol Nasoongchon, Chonticha Gosakul, Sirikan Songsert, Kanlayanee Butsart, Pavena Boodsan, dan Sarawut Seankham. 

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa Desa Suci tidak hanya berhasil bangkit dari bencana yang pernah melanda dua dekade lalu, tetapi juga berkembang menjadi desa pembelajaran yang menarik perhatian komunitas akademik internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
Tags
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU