Antrian BBM di SPBU Teuku Umar Jember
JATIM - Ketegangan yang terjadi di kawasan Selat Hormuz berdampak pada kepanikan masyarakat di sejumlah daerah di Indonesia.
Pemblokiran kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) oleh Iran membuat warga khawatir terjadi kelangkaan serta kenaikan harga BBM.
Akibatnya, masyarakat berbondong-bondong mendatangi SPBU untuk membeli BBM.
Antrean kendaraan pun terlihat mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar. Salah satunya terjadi di SPBU di wilayah Ambulu.
Antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM dilaporkan mencapai sekitar 1 kilometer dari lokasi SPBU. Banyak pengendara yang memilih mencari alternatif lain karena antrean terlalu panjang.
Salah satu warga bernama Lala mengaku awalnya ingin membeli BBM di SPBU seperti biasanya.
Namun, ia akhirnya mengurungkan niat setelah melihat panjangnya antrean kendaraan. “Awalnya saya ingin beli bensin seperti biasa, tapi lihat antreannya panjang sekali.
Akhirnya saya memutuskan membeli di pertamini saja daripada harus menunggu lama dan belum tentu juga dapat BBM,” ujarnya.
Hal serupa juga dialami warga lainnya, Ralih, yang terpaksa tetap mengantre karena bahan bakar kendaraannya sudah hampir habis.
“Kalau bensin saya tidak habis, saya juga tidak akan ikut antre,” katanya. Ia mengaku harus rela menunggu berjam-jam agar bisa mendapatkan BBM di SPBU tersebut.
Situasi ini menunjukkan bagaimana isu global seperti ketegangan di jalur distribusi minyak dunia dapat memicu kepanikan masyarakat, meskipun belum ada pengumuman resmi terkait kelangkaan BBM di dalam negeri.
Pihak terkait diharapkan segera memberikan kepastian informasi agar masyarakat tidak melakukan panic buying yang justru dapat memperparah kondisi di lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: